Jumat kemarin kebetulan di schedule dengan Bank BTN atas pembelian rumah di Grand Cikarang City. Ya kebetulan kenapa musti jam 1 siang, kok gak hari lain dan jamnya pagi. Kalau jumat itu ya kepotong jumatan dulu, belum lagi kalau jumat itu besoknya libur (sabtu), dan kebetulan juga kenapa di Bekasi kok tidak di Cikarang saja?
Sebenarnya DP sudah dilunasin sebulan-2 bulan sebelumnya, akan tetapi mungkin dibersamakan dengan yang lain, jadinya dikumpulin di satu hari yang sama. Tidak lupa membawa poto copy KK, KTP 5 lb, dan materai 10 lb. Otomatis sebelumnya sudah diendapkan di rekening bank (BTN) saldo minimal plus sejumlah uang untuk auto debet cicilan pertama.
Sampai Metropolitan Mall, jalan pelan-pelan menyusuri arah GOR, belok kiri (maklum berdasar ingatan hasil baca peta) ke arah Jalan Sudirman. Takut nyasar di jalan sambil tolah-toleh kanan kiri, dan alhamdulillah ketemu juga. Lumayan besar gedungnya, sehingga kelihatan jelas dari jalan. Masuk bank, sedikit basa-basi dengan reseptionist ditunjukkan acara akad diadakan di lantai 3, wuih capek juga naik tangga. Bayangannya itu sepi sendiri-sendiri, eh ternyata sampai lantai atas sudah penuh orang
. Ternyata dalam acara akad ini dikumpulin juga dari berbagai perumahan (Pantas penuh), jadi sekali akad BTN dapat nasabah kredit banyak. Setelah absen dan ambil berkas persyaratan akad di masing-masing developer, masuklah ke dalam sebuah aula (ruang pertemuan) dimana di dalamnya sudah berlangsung penjelasan dari pihak bank (BTN) mengenai point-point dalam melakukan akad kredit, termasuk juga dengan pihak Notaris selaku kuasa hukum. Sebenarnya sih sudah mengerti apa yang dibicarakan disitu, cuma karena ya ngikutlah daripada kesannya sok pinter, dan ikut kumpul dengan yang lain, sambil cuci mata
. Dalam session tanya jawab, pertanyaan yang dilontarkan lumayan bagus, termasuk yang agak nyentil menurut saya adalah pertanyaan seseorang yang mengambil perumahan di Babelan mengenai bagaimana seandainya terjadi bencana seperti di Lapindo (maklum di Babelan sedang banyak bor) hehe. Dijawab tangkas juga dengan Pihak Bank, dalam hal ini segala kekayaan/keuntungan/kelebihan di tanah tersebut adalah milik pembeli rumah, sebaliknya juga segala kerugian/bencana yang terjadi adalah kerugian pembeli rumah, bukan tanggung jawab Bank (ceile lumayan diplomatis ckckck). Ada lagi yang nanya bagaimana setelah akad kredit ini meninggal, ya dijawab diguyonin saja. Seandainya sehabis akad ini (tanda tangan Bank+Notaris selesai) misal dalam 2 jam meninggal ‘wajar’, Lunas (Tapi siapa yang tahu kalau mau mati?) hehehe.
Acara yang terakhir dan inti adalah tanda tangan dengan Pihak bankĀ (BTN) dan pihak Notaris (legal). Agak sedikit crowded disini, karena banyaknya peserta dari berbagai perumahan. Akhirnya dipecah-pecah, beberapa person Bank misah dan beberapa notaris misah, dengan tanda tangan juga bebas, mau dengan pihak Bank dulu boleh, dengan pihak Notaris dulu juga boleh. Ya namanya akad kredit KPR (rakyat) wajar jika acaranya sedemikian ‘rapet’ ramai dan mepet, kena bunga masih tinggi lagiee
. Rasanya seperti antri sembako








Wah …saya dulu pernah mas. Cuma kolektif, jadi ngga seberapa ribet. Paling pusing doang lihat orang banyak.
Salam ribet
iya nih tgl 14/5 kemarin aku bru akad kredit luar biasa ribet kalu ndak nyodok ndak kelar2
trus,mas kalu setelah akad berkas yg harus kita bw apa aja yoo..
Seingat saya, sehabis akad kpr tersebut membawa surat pengantar pengambilan kunci rumah, surat penegasan persetujuan penyediaan kredit, buku/lembar perjanjian kredit antara bank dengan bapak, rekap surat pernyataan dan kuasa antara bank dg bapak/developer, dan rekap auto debet rekening (jika auto debet).
saya saat ini juga sedang bersiap2 untuk akad kredit ( info dr developer ) namun yg menjadi pertanyaan apa saja yg harus saya perhatikan untuk proses akad kredit ini? karena saya lihat kondisi rumah yg saya kredit ini pun belum sempurna bahkan infrastruktur nya pun belum lengkap. Listrik pun belum masuk, rumah belum ada plafond nya. Apakah saya bisa akad kredit dgn kondisi seperti ini? mohon infonya teman2 yg sudah pernah
Kalo saya udah lama akad kreditnya tanggal 26 Nopember 2008.
Gimana ya… kondisi sekarang. Tolong donk informasi-nya.
Karena saya sekarang sedang bertugas di Surabaya.
Apa sudah ada penghuni pertama disana.
Bisa gak dikirim foto rumah yang sudah dihuni? bagaimana listrik dan airnya.
Maaf udah merepotkan.
Terima kasih
@Ahmad daffa
jaringan pipa air sudah ke rumah-rumah Pak, minimal sudah sampai selang hitam diikat sampai depan rumah, menunggu kapan yang punya rumah nempatin dan bayar instalasi, baru deh tinggal nyambung curr….
Kalau foto2 ini agak ribet Pak, mending Bapak lihat sendiri atau mungkin teman yang lain yang ada.
Area motor cros sudah menjadi padang rumput lagi, fasum belum ada kecuali hamparan tanah kosong, termasuk tempat bermain juga belum ada. Mengenai komentar penghuni saya enggan menginterview mereka, tapi sudah lumayan banyak yang nempati.
@Fadli
Untuk akad kredit sebenarnya tidak begitu rumit, asal persyaratannya lengkap saja.
Saya sebelumnya juga akad kredit dalam kondisi bangunan belum jadi semuanya, kurang tahu kalau yang lain mungkin sudah dalam kondisi lengkap. Minimal buat penjaminan ke Bank rumah sudah tampak jadi kelihatan dari depan.
Maaf kalau jawabnya kelamaan dan kurang memuaskan.
mw tanya kl proses akad kredit ituh memang biaya2nya yg harus dibayar saat akad itu apa az ya (maklum baru pertama kali) trus bisa di nego ga sih (takut malu kl nanya bs nego) krn sy april mendatang akan akad kredit tp biayanya kira2 sampe 3.200.00 untuk notarisnya saja dan 5.6jt untuk pihak banknya apakah benar seperti itu?
thx buat jawabannya
mw tanya kl proses akad kredit ituh memang biaya2nya yg harus dibayar saat akad itu apa az ya (maklum baru pertama kali) trus bisa di nego ga sih (takut malu kl nanya bs nego) krn sy april mendatang akan akad kredit tp biayanya kira2 sampe 3.200.00 untuk notarisnya saja dan 5.6jt untuk pihak banknya apakah benar seperti itu?
thx buat jawabannya…
@tera:
Nego setahu saya perihal besar cicilan pinjaman ke banknya. Kalau saya kemarin kolektif, notaris dan bank sudah ditentukan dari perumahannya. Perihal besaran biaya notaris dan banknya saya sendiri, kurang tahu. Dari Bank biaya meliputi Biaya Provisi, Biaya Admin, Biaya Asuransi Jiwa, Biaya Asuransi Kebakaran, Cicilan 1 bulan pertama, sedang dari notaris meliputi Biaya Cek Sertifikat, Biaya Perjanjian Kredit, Akta Jual Beli, Bea Balik Nama, APHT, Pembebanan Hak Tanah. Kurang lebih begitu
tgl 28 juni kemaren saya wawancara d bank btn bekasi utk perumahan yang rencananya saya akan ambil d daerah cikarang.kira kira butuh berapa lama untuk proses akad kredit mengingat kndisi rumah udah siap huni,dan apakah untuk DP harus lunas duluan karena kmrn prstujuan dg developer bisa d angsur 10xncananya saya akan ambil d daerah cikarang.kira kira butuh berapa lama untuk proses akad kredit mengingat kndisi rumah udah siap huni,dan apakah untuk DP harus lunas duluan karena kmrn prstujuan dg developer bisa d angsur 10x
Mas Eko, berdasar yang saya alami, DP sebelum maju akad kredit harus lunas. Jadi, kalau rumah siap huni, sebenarnya sama developer sudah bisa diajukan jaminan ke bank, tinggal Mas Ekonya saja gimana melunasin DP nya. Acuan 10x itu sebenarnya 10x kali cicilan sebelum hari akad kredit dp harus lunas, gampangnya begitu. Cuma, kalau melihat kondisi Mas Eko, jika bangunan sudah siap, dan 28 Juni sudah dinyatakan debitur yang layak oleh Bank, jika dalam waktu dekat akad kredit diselenggarakan oleh Bank, maka developer akan menekan segera melunasi DPnya ini, syukur kalau Mas Eko masih bisa mengulur waktu, misalkan 10 bulan kedepan untuk membayar DPnya dan developer bisa mengerti, kalau developer tidak mengerti, tentunya 10x pelunasan hanya sekedar wacana saja akhirnya. Semoga 10x itu bisa diartikan 10 bulan kedepan.
Sy mo tnya donk tgl 4 juli kemarin sy wawancara di bank btn,. tetapi bangunan rumahnya blm jadi masih indent,. kt pihak developer Dpnya harus dbyr 50% dahulu br bisa di bangun,. tetapi sy blm dpt jawaban dr bank btn apakah kpr sy di setujui/ tdk,. dr pihak developer blg pihak btn bru akan proses jika rumah sdh jadi,. apakah memang prosesnya seperti itu klo untuk rumah indent,. dan apakah jk sdh akad kredit sdh pasti disetujui kprnya oleh pihak btn,. mhn bantuannya (maklum br pertama kali ambil kpr). tks
Perihal bangunan dibangun dan tidak itu kewenangan developer. Lebih dulu diutamakan persetujuan KPR bank, dimana ada survey/wawancara dulu dengan calon konsumen/nasabah perihal mampu atau layak tidak untuk mendapatkan kredit, dimana maksimum cicilan 30% dari gaji bulanan. Jika wawancara dengan pihak bank disetujui, baru dipikirkan cara membayar dp tersebut, dengan asumsi bahwa DP mengurangi harga jual Rumah.
jadi sebaiknya sy harus tunggu jawaban dulu dr pihak btn atau saya bayar cicilan DP pak?,. saya jd bingung krna untuk rmh yg ready stock sdh ada jawaban disetujui dr BTNnya,.kt BTN tunggu 2 minggu untuk jawabannya tp smp skrg blm ada jawaban,. sebenarnya klo dah ada jwban dr btn sy brani byar DP 100%,.apakah memang untuk rmh indent seperti ini prosesnya saya jd ragu,. tks
Sebenarnya bisa tanpa menunggu persetujuan pihak bank (asal yakin disetujui), dp pun bisa dibayar. Jikapun tidak disetujui pihak bank, setahu saya uang muka kembali dipotong sekian %. Waktu dengan bank juga tidak setiap saat, karena cenderung baik wawancara dan akad sekalipun diadakan secara kolektif, kecuali mengurus sendiri. Jadi Mas tentukan, jika yakin disetujui pihak bank, dan Mas memang ingin sekali rumah tersebut, ya bayar saja DP nya, dicicil juga gak papa khan sebenarnya
. Karena begini, ada beberapa calon pembeli rumah sekitar dulu/blok lain, sudah membayar sampai uang muka lunas, rumah belum dibangun sama sekali, jadi waktu uang muka lunas dan akad kredit bank lama sekali jedanya. Jadi sekalian dipastikan bahwa rumah tersebut segera dibangun (kalau berani hitam diatas putih), karena syarat akad kredit, bangunan fisik rumah sudah jadi sebagai jaminan ke bank.
kamis bini ane juga mo wwncara,…smoga di acc ma pihak bank…….
Amin Pak. Kemungkinan diapprove lebih besar dibanding tidak Pak, krn bank butuh nasabah. Asal ratio cicilan dengan penghasilan tidak lebih sepertiga.
Ass,mu tanya sy akd kredit tgl 15 desember 2012 lalu sampai bulan februari ini lum ada pmotongan auto debet,yang mu sy tanyakan kapan mulai angsuran pertama nya?dan tiap tgl brp di debet nya?mkasih
Pertama sekali coba bapak baca buku/lembaran ketika akad, setelah itu buku/lembaran ketika bapak akad kredit di bank. Kemudian cek, saldo mencukupi tidak. Seingat saya biaya bphtb masuk. Berapanya bapak yg tahu sendiri. Mungkin maret baru terdebet, atau bisa ditanyakan ke bank
saya akan melakukan akad kredit dgn bank BTN tgl 25 maret 2012 besok, total biaya akad dari bank sekitar 11,5 jt (dari pihat bank), belum lagi dari pihak notaris yg belum tau berapa jt nya, yg ingin saya tanyakan dimana ya cari info biaya2 yg dari pihat notaris? tanya Developernya apa tanya ke orang Bank?
Seingat saya, dari marketing developer rumah yg bapak beli bisa memberi penjelasan berapa berrapanya, dan biasanya marketingnya menyertai ketika akad kredit
salam kenal pak,
pas wawancara dengan bank, saya siap dengan DP sebesar 25 %, setelah saya dapet SP3K , DP yang harus saya bayar cuma 20 % dan besar plafon kredit yg diberikan bank lebih besar dari pengajuan saya.. otomatis angsuran tiap bulan lebih besar dari perhitungan semula pak.. gimana ini pak ?
maksud saya besarin DP , biar angsuran tiap bulannya kecil
mohon penjelasannya.. makasih
Hmm…begini Pak, saya jawab berdasar yang saya alami. Saya ketika wawancara dengan bank, malah menginginkan saya mau cicilan perbulan sekian ‘x’ juta, dalam n tahun. Kira-kira berapa dp yang harus saya bayar. Lalu dari pihak banknya menghitungkan. Kalau melihat kasus Bapak, sepertinya agak mirip, seharusnya pihak banknya mau menghitung besaran yang bapak inginkan. Entah ada alasan lainkah sehingga pihak bank seperti itu.