Tidak bermaksud iklan, uji produk, apalagi sampai compare dengan produk lain. Sekedar coretan pribadi terhadap alat yang dipakai ini, tidak lebih, apalagi sudah lama tidak menulis di blog ini, sehingga bisa menjadi bahan untuk menulis
. Aha touch demikian nama produk yang saya pakai, yang merupakan produk paket yang dijual esia (CDMA) unlimited, dengan os android froyo 2.2.
Dengan sedikit spesifikasi berikut, bisa menjadi gambaran produk yang saya gunakan ini:
- 200Mb internal – 256Mb RAM – 512Mb ROM
- 528 MHz ARM 11 processor, Adreno 200 GPU, Qualcomm MSM7225 chipset
- MicroSD upto 32 Gb
- Bluetooth – Wi-Fi – Micro USB – AGPS
- Battery Li-Ion 1200 mAh
Dengan processor dan rom sebesar itu, sudah cukup ‘ngoyo’ untuk ukuran gadget yang mengusung android froyo 2.2. Ya ada harga ada baranglah, dengan harga baru ‘ketika promo’ 1.300.000 (3 bulan yang lalu), cukup worth it lah menurut saya. Toh kebutuhan saya asal bisa online terus non-stop, dengan droid, bukan dengan berry
. Ditambah dukungan market droid, sehingga bisa menambah kemudahan menambah aplikasi yang lain.
Jika digunakan sebagai modem, bisa sebagai hotspot (maks 5 koneksi), ataupun dengan kabel usb tethering. Antara menggunakan hotspot wifi dan usb tether terasa lebih cepat menggunakan wifi, cuma gadget manjadi lebih panas, dan baterai cepat habis. Beda jika digunakan dengan usb tethering modem, baterai sekalian nge charge, gadget tidak terlalu panas, tetapi berasa lebih lambat jika menggunakan wifi. Sedikit ulasan tentang aha touch, bisa memberikan pencerahan bagi pembaca. Oh iya, saya menggunakan paket eknomi unlimited, cukup 80.000 per bulan. Asal bisa online, bisa memberikan kelonggaran nafas di dunia maya.







assalamualaikum,maaf ni pak saya mau tanya,tp pertanyaannya gak nyambung sama postingan blog hehe..
Bapak pakai kartu apa ya untuk berinternet ria?
waktu itu saya coba pakai im2 saya di cikarang,walah…sinyalnya kurang bagus
thanks b4
Saya menggunakan esia-aha (CDMA) untuk berinternet. Mungkin dulu IM2/Broom dulu kenceng, lambat laun juga mengalami penurunan speed sama seperti halnya yang lain. Karena perbedaan antara marketing dan operasional. Jika merketing naik maka operasional tertekan (orang banyak pakai/beli), sebaliknya jika operasional naik, maka pressure bagi marketing untuk mencari pelanggan.