Meretas Masa Pensiun
Masa depan (esok) masih merupakan misteri bagi setiap orang, tentunya memerlukan persiapan semuanya. Tidak lupa dalam hal ini persiapan financial, jadi sudah atau masih adakah sumber pendapatan dikala kita pensiun? Mungkin masih sedikit orang yang berpikiran hal tersebut dalam masa produktif sekarang, sebagian mungkin berpikiran “ya dipikirkan ntar saja, sekarang ya sekarang, Kumaha Ngke Wae”.
Kalau saya masih dalam taraf mencoba merealisasikan pemikiran yang pertama yakni mempersiapkan pendanaan dimasa pensiun tersebut ada. Anggap saja normalnya orang pensiun usia 55 th, nah dari jarak sekarang tentunya masih ada sisa waktu untuk mempersiapkan diri sebelum 55th, syukur jika memang ada pertanggungan dana pensiun dr tempat bekerja/negara sampai 58 th (3 tahun pertanggungan). Lha kalau gak ada? (worst case PHK)
Secara pribadi, saya mencoba menyisihkan 10-20 % ditabung secara berkala (wajib gak diambil sebelum jatuh tempo). semakin besar yg disimpan justru semakin bagus kontrol financialnya (paling gak konsumerismenya berkurang). Saya mencoba menyisipkan sebagian tersebut untuk tabungan pendidikan dan tabungan berencana (pensiun), otomatis terdapat premi asuransi di dalamnya.
Memang sebelumnya pernah ada tawaran untuk asuransi pendidikan, dari Prulink dan Axa Mandiri. Akan tetapi saya tidak tertarik untuk mengambil. Saya tidak begitu tergiur dengan hasil simulasi investasi yang ditawarkan. Kalau memang mau investasi, ya lebih baik ke reksadana (Kl mau untung besar, ya mau Resiko besar), terlepas ada tidaknya kata-kata proteksi di dalamnya. Lebih baik, jika memang Tabungan ya tabungan, asuransi ya asuransi, investasi ya investasi, gak usah link2an….
Syukur jika mempunyai uang tidak hanya disimpan di tabungan/deposito (bunga kecil). Lebih baik digunakan untuk merealisasikan keberanian berusaha, katanya sih berbagai usaha itu bagus, asalkan ada pasar dan ditekuni.
Daripada tulisannya mengarah kesana kemari, jadi gak konsen dengan judul, pada intinya berupa himbauan/ajakan untuk lebih memikirkan masa pensiun.
Sudahkah anda/perusahaan/kita peduli akan masa/dana pensiun???







Salam kenal ya pak,
Kalo dipikir2 ngeri juga ya….walaupun masa pensiun masih agak lama tapi kalo belum ada persiapan…..ntar jadinya pensiunan yang merana….banyak cara buat mempersiapkan masa pensiun kan pak selain menabung dan investasi. Saat ini saya mulai jalanin usaha sampingan yang berpotensi pasif income, mudah2an bisa ngumpulin modal buat usaha sendiri jadi bisa pensiun dini dan menjalani masa pensiun dengan nyaman. Lagi berusaha keras juga buat nabung…..
Maaf comment kepanjangan.
salam kenal juga pak Febri ..,
skr bisnis sampingan nya apa pak, apa bs di share .., sy bingung sampingan apa yang pas utk nutupin pensiun nanti ..
Kl sekarang belum, lg nunggu selling investasi di syariah.
Pak febri
assalamu’alaikum
pak saya sering ditawari asuransi berbagai macam perusahaan asuransi ,
saya jadi binggung mau milih yang mana***????
kalo tafakul syariahh bagus ga ya?
ikut asuransi atau nabung ???
terima kasih
mulyono
hiiii thats a good bike i like it best for middlew famielyt.
Waalaikum salam. Memang sekarang syariah lagi gencar. Saya sebelumnya juga ikut tabungan perencanaan dan tabungan pendidikan dengan 2-2 nya include asuransi kalau tdk salah takaful. Namun pada akhirnya saya ambil sebelum jatuh tempo untuk modal usaha. Maklum, ini sudah pilihan pribadi hehe. Kalau saya pribadi mending saya putar di usaha. Kecuali sudah ada lebih baru setelah untuk usaha, ikut asuransi/ditabung. Jangan terpengaruh dengan simulasi ‘link’ yang menggambarkan angka-angka setelah sekian waktu. Kembali pada Bapak pribadi akhirnya, ikut tabungan+asuransi ataukah terpisah tabungan dan asuransi.
Terima kasih
pak febri atas sharing tentang pengalaman Asuransi.
yang terpenting adalah menabung untuk dunia dan akhirat ya! heheh ,