23
Sep
08

Antara Memberi (sedekah) dan Meminta (ngemis)

Kamis minggu kemarin coba sholat dhuhur di Masjid sebelah wisma mulia, ketika mau naruh sepatu, eee ada tumpukan brosur/mini majalah yg dilihat sekilas halaman depannya ada tulisan sedekah. Dalam hati nebak pasti nih Yusuf Mansur, eh setelah dilihat secara seksama dan dalam tempo sesingkat-singkatnya ternyata bukan, atau malah belum saya kenal sama sekali. Saya tidak jadi mengambil, ya paling2 isinya anjuran sedekah. Ironis memang di depan masjid dr gerbang sampai jalan di sekitarnya semakin banyak pengemis dari yg kesehariannya sudah banyak, di bulan puasa ini semakin banyak wajah-wajah baru pengemis.

Memang bersyukur adalah kewajiban (“kl tidak takut kena adzab ntar”), nah kaitan antara brosur sedekah tadi, kenapa dr dulu anjuran sedekah melulu, kenapa ustad2 itu tidak memberi analogi dari 2 sisi, dari sisi sedekah (memberi) dan dr meminta (mengemis)?? apa takut tidak mendapat simpati ataukah khawatir tidak laku ataukah yg lain? (qusnudon saja yee…puasa). Semua juga sudah banyak yg tahu, bahwa hampir2 saja orang fakir menjadi kafir, makanya itu ada kewajiban zakat. Untuk sedekah ini, secara pribadi untuk memberi rasa-rasanya berat, kecuali kalau tahu sendiri bahwa memang orang yang mau diberi itu fakir (di bawah miskin) atau mungkin yatim. Lha kalau untuk kebutuhan sehari-hari, dimana tiap hari itu-itu saja yang ngemis, pakai map seolah-olah minta sumbangan dan pakai salam lagi “Salam kok buat ngemis?”. Jadi bukan masalah “Kalau mau ngasih, kasih saja, Jangan melihat yg kamu kasih itu benar2 miskin atau tidak, berarti itu ada jalan buat sedekah ata beramal”….yeeee bukan yang ini…yg dimau….

Tentunya ingat cerita beberapa minggu lalu, seorang “Cak To” bos pengemis dr surabaya mau naik haji, mobilnya saja CRV. Padahal yg kasih sedekah saja belum tentu bisa naik haji. Khan bikin gondok yg ngasih…

Sementara keyakinan orang yang sedekah bahwa akan dilipat gandakan atau dilancarkan rejekinya, belum begitu nyampe, padahal jelas tertulis itu..Masih pada berhitung…(“Berhitung kok sama Tuhan??”)…Masih takut akan lapar/miskin. Sementara yg meminta apa juga tidak mengerti, bahwasanya jika seperti itu akan menghadap Tuhannya dalam keadaan tidak ada daging secuilpun (“Kayak tengkorak hidup saja??”)

Ironisnya di Trans 7 diliput kehidupan orang2 di kampung Muara (Pesisir Utara Jakarta), makan dari mengais sampah dari benda-benda yang sekiranya masih bisa dimakan. Padahal kalau kita pikir namanya sampah ya tetap saja kotor. Akan tetapi mereka bilang kalaupun uangnya digunakan untuk beli bahan makan juga tidak bisa beli minyak bakarnya/memasak. Krn pas-pasannya tadi. Jadi pilihannya ya mencari makan dengan mengais sampah tadi, dan mereka tidak meminta-minta. Kontradiksi di bulan puasa, banyak pengemis bermunculan. Sementara di tempat lain ada yang bertahan bekerja dengan upah sejam 2000 rupiah (buat makan 3x seharikah??). Permasalahan bukan Kalau sedekah ya sedekah saja, gak usah melihat yg diberi, akan tetapi sungguh mulia sekali orang hidunya kekurangan tetapi menjaga diri dari meminta-minta.

Sayangnya jarang atau bahkan tidak terdengar ceramah dr 2 sisi yang berlawanan. Seringkali kalau tidak masalah amalan, ya pahala, bukannya dosa, adzab dsb yg seharusnya juga diikutsertakan. Wahai Para Ustad/zah kl ceramah/dakwah jangan jaim dan mengobral dalil dengan uang, apakah tidak takut tergadai amalmu? Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui terhadap apa-apa yang sudah kamu perbuat, termasuk hatimu juga.


0 Responses to “Antara Memberi (sedekah) dan Meminta (ngemis)”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Didukung Oleh

Herbal Cikarang Pengolahan Data Busana Muslim Undangan Souvenir Cikarang

Man Behind this blog

Ganteng euy

Blogger Cikarang

Blogger Cikarang

Statistic Pengunjung

  • 143,273 hits

Trafik Pengunjung

Popularity

My Popularity (by popuri.us)

RSS VOA Islam News

My Messenger


%d bloggers like this: