02
Dec
08

Risihnya kalau malam lewat depan Plaza Jababeka

Kalau mau pulang kerja, biasa jalan yang saya ambil adalah lewat jalan Pintu Cikarang Baru ke kanan, bukan lewat Kalimalang, ataupun lewat Lemah Abang “lha mau gimana lagee..ini memang jalan yang terdekat..ingat shortest Path”. Akan tetapi ketika sampai bunderan, dimana disitu banyak pelanggaran dan kecelakaan, ada dua pilihan jalan untuk ke Cikarang Baru, mau lewat kanan habis bunderan, atau lurus lewat depan Plaza JB.Kalau biasanya sih langsung belok kanan, ikutin terus jalan kemudian belok ke jalan rumah, karena memang jalan yang ini saja yang lumayan lancar, tidak terlalu banyak polisi tidurnya. Akan tetapi sebenarnya kalau lewat depan Plaza JB bisa juga, agak sedikit pengguna jalannya, dibanding jalan yang tadi. Cuma disini banyak polisi tidurnya, apalagi kalau sudah habis JB belok kanan “depan mattel” banyak pemandangannya, dimana banyak motor parkir, entah ada yg duduki atau kalau tidak begitu yang punya lagi di tengah lapangan “main bola kali yak?”.

pacaran

Dunia serasa milik berdua

Pada akhirnya disini semakin hari semakin banyak saja jadi jujugan orang untuk “memadu kasih“. Apa karena gelapnya, ataukah karena sepinya ataukah karena banyak polisi tidurnya?? Semoga saja pengembang, dalam hal ini Jababeka bisa menindaklanjuti atau mencegah supaya tidak menjadi tempat maksiat mesum.

Lain tempat kadang juga dijumpai pemandangan indah seperti ini. Baik di kawasan/jalan bundaran bakal movieland, ataupun sepanjang jalan bakal arah tol km 34 Tropikana. Bukan berarti saya menulis begini saya getol survey malam-malam lihat orang itu, akan tetapi karena kebetulan pas malam dan jalan lewat jalan tersebut dijumpai hal-hal seperti itu. Kalau belum percaya, ya coba jalan lewat sana sendiri..πŸ™‚ Gak musti malem minggu, hari biasa juga banyak.


3 Responses to “Risihnya kalau malam lewat depan Plaza Jababeka”


  1. December 2, 2008 at 5:27 am

    Bener mas,

    Aku tingga di Montana, dan di belakang rumahku, sepanjang jalan dari Taman Golf ke arah Tropikana isinya ya makhluk2 yang berpasang-lpasangan ini.

    Kok enggak digigitin nyamuk ya?
    Atau sudah pakai “autan”???

    Salam

  2. 2 febriharsanto
    December 2, 2008 at 5:48 am

    Lha mau gimana lagi Pak..Katanya dunia serasa milik berdua…jadinya nyamuk juga dianggap gak ada Pak…hahahaha..

  3. 3 Icha
    December 3, 2008 at 2:12 pm

    bener mas .. aku dulu waktu tinggal di cikarang baru, setiap pulang kerja malem selalu ada motor2 tak berpenghuni nangkring di pinggir jalan.

    kok gak takut ada yang malak ya ? gelep2 kaya gitu. segimana2 pengen mesum, kalo lagi berduaan terus tiba2 ada yang malak kan serem juga.

    hiii …

    ==> Gimana takut, lha banyak pasangan, ya senasib sepenanggungan, perkara ulah, ya ulah sendiri-sendiri..πŸ™‚ . Paling orang yang ganggu ya orang ngamen. Terus, katanya kl lagi berdua gitu, yg ketiga setan, nah ini pada berdua, yg ketiga yg mana?? Yg ketiga kalau datang ya dianggap setan dongπŸ™‚


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Didukung Oleh

Herbal Cikarang Pengolahan Data Busana Muslim Undangan Souvenir Cikarang

Man Behind this blog

Ganteng euy

Blogger Cikarang

Blogger Cikarang

Statistic Pengunjung

  • 143,273 hits

Trafik Pengunjung

Popularity

My Popularity (by popuri.us)

RSS VOA Islam News

My Messenger


%d bloggers like this: