03
Dec
08

International Cultural Festival “Jababeka” kurang greget

Jababeka Multicultural

Jababeka Multicultural

Jauh hari, diingatkan teman tetangga untuk ikut grup reog di tarum barat, cuma saya iyain saja, sambil alasan ngalor ngidul. Esoknya kemudian dikasih tahu kalau bakalan ada acara reog di Jababeka 30 Nop 2008, cuma persis tempatnya kurang tahu. Akhirnya di hari tersebut, minggu kemarin, coba keliling ke Jababeka Plaza, ternyata kok gak ada rombongan reog sama sekali, kemudian mikir apa mungkin di President University, jalan lagi sambil mikir akhirnya nemu spanduk di pinggir jalan (mau poto spanduknya gak sempat, moto yang di pertigaan Tropikana gagal) ternyata tempatnya Jababeka Multi Cultural yakni di ujung Raya Cikarang Baru pertigaan arah kanan Tropikana – kiri President University. Nah di ujung jalan seberang itu adalah Jababeka Multi Cultural.

Sampai sana ternyata sudah sedikit ramai, dan jalan arah tropikana ditutup sebelah timur untuk parkir. Akhirnya parkir juga, dan mendekat pengin tahu kayak apa sih kumpulan reog dimana teman tetangga mengajak untuk ikut. Ealah ternyata rombongan masih sedikit, itupun ditambah bukan hanya orang Ponorogo saja, melainkan ada orang Jogja juga, mungkin orang dr daerah lain kali juga ada, namanya juga grup reog komunitas. Ketika melihat sudah dimulai dengan tarian warok berjajar (semacam sambutan atau pengisi saja kl dipikir). Nah ini yang disayangkan, ketika sudah mulai, baik tabuhan gong dan jaranan sudah beraksi, kok mobil masuk area kantor situ masih diperbolehkan masuk, walhasil kru yang kebetulan nari disitu menyingkir minggir, dan kejadian seperti ini tidak hanya sekali datang dan pergi. Kenapa kok gak parkir atau menurunkan penumpang di luar saja, sama seperti yang lain yang sudah berjajar di jalan. Ataukah karena rasa sungkan dengan yang punya gedung. Masih mending yang masih turun diluar dan jalan masuk ke dalam walau lewat depan tarian, lha ini mobil main sliwar sliwer, duh kasihan banget kru sampean Pak. Sudah semangat-semangatnya, diganggu hal seperti itu.

Terlepas dari semua, setahu saya, ketika tarian reog digelar, belum pernah disela barisan tarian dibelah untuk lewat mobil. Ini yang mengendarai mobil kurang menghargai ataukah karena tidak tahu? Seandainya saya jadi Pak Harsono (pimpinan rombongan reog tersebut di Tarum Barat), saya langsung akhiri tarian tersebut, dan pulang. Bukan masalah emosi ataupun pengendalian diri disini, akan tetapi kurangnya penghargaan para tamu terhadap tarian atau apraisal seni disitu. “Gak pernah pak nek reog iku wis mulai,  terus barisan kon minggir, mergo mobil arep lewat”

Sudah panas-panasan, diganggu mobil lalu lalang, mestinya dicari tempat yang pas untuk pentas. Semoga hal seperti ini bisa menjadi perhatian. Sudah perhatian masyarakat kurang terhadap acara International Cultural Festival, ditambah perilaku yang diterima peserta seni sendiri, walaupun mungkin acara ini diperuntukkan untuk tamu luar negeri sekalipun.


0 Responses to “International Cultural Festival “Jababeka” kurang greget”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Didukung Oleh

Herbal Cikarang Pengolahan Data Busana Muslim Undangan Souvenir Cikarang

Man Behind this blog

Ganteng euy

Blogger Cikarang

Blogger Cikarang

Statistic Pengunjung

  • 143,273 hits

Trafik Pengunjung

Popularity

My Popularity (by popuri.us)

RSS VOA Islam News

My Messenger


%d bloggers like this: