25
Mar
09

Pemborong berkeliaran di Perumahan GCC

 

Rumah tampak depan

Rumah tampak depan

 

Menarik sekali kalau jalan-jalan disana sambil celingak-celinguk rumah orang. Hohoho bukan bermaksud mau mencuri atau niat yang gak bener, hanya sekedar jalan-jalan sambil lihat-lihat sudah seperti apa perubahan yang sudah dilakukan empunya rumah terhadap rumah-rumah standar sebelumnya, sambil sesekali turun dan ngobrol nanya biaya renovasi.Iseng memang sambil jalan-jalan, turun ke lokasi ngobrol sama bapak yang mengerjakan rumah, melihat bahan material yang dipakai dan sebagainya. Akhirnya sampai pada sebuah rumah di blok D/E kl gak salah, lupa soalnya (pokoknya di tengah-tengah depannya ada fasos taman sepertinya). Tampak seorang ibu Muda dan Ibu-ibu (mungkin ibunya) sedang membersihkan halaman depan. Akhirnya memberanikan diri mulai pembicaraan, turun dan bertanya berapa harga pagar besi depan yang seperti Ibunya punya. Sebenarnya serba salah kalau nanya harga terhadap orang yang belum dikenal, dan nampak rona takut/curiga (maklum jaman sekarang). Bukannya saya menerima jawaban yang pas, malah nanya saja sama Bapaknya yang di dalam. Akhirnya dipanggilin beneran, dan keluarlah bapaknya. Akhirnya saya berkenalan, dan tahulah saya kalau Bapak (R***) ini sebagai pemborong yang lagi mengerjakan rumah ibu tersebut. Saya pikir suaminya??🙂 eh ternyata bukan (gak ada maksud lain lho…suuerrr..hehehe). Akhirnya beneran, dihitungin obrolan saya dengan Bapak R*** tersebut pakai kalkulator, maklumlah pemborong apa-apa dihitungin🙂. Nanya pagar (kenteng), karena waktu itu yang saya tunjuk memang kenteng dihargai 3jt sudah sekalian pasang tembok depan kiri kanan, mau contoh juga ada, kemudian nanya dak atas dg ukuran 3*6, wuih dihitungin beneran juga sekitar 27-30 jt. Nanya pintu dan daunnya dari kayu jati berapa juga dikasih harga, ckckck…bener-bener cepat hitungan Bapaknya. Ya itung-itung survey harga, saya minta contact nomor Bapak tersebut dan pamit, sambil berlalu membandingin harga dan kualitas yang lain. Kalau tampak yang punya rumah [kelihatan tidak ramah] ya saya tidak mampir, lewat sajalah…

Balik lagi kedepan mampir ke tempat Pak wawan, eh ternyata gak ada, malah asistennya yang lain [namanya mirip penyanyi tenar hehehe]. Akhirnya sekedar ngobrol saja, karena dia tidak bisa menghitung alokasi perkiraan biaya, kalau ditanya renovasi ini itu, sekedar menampung informasi saja. Menurut Pak G*** ini memang banyak pemborong di GCC, yang memang sudah kebebasan yang punya rumah mau renov ke siapa saja silakan. Developer tidak bisa mencegah karena dikhawatirkan dipandang tidak baik/tidak fair, kalaupun ada apa-apa developer tidak bertanggung jawab kalau yang renovasi bukan dari developer (ya sudah konsekuensi sendiri-sendiri dari pilihan yang diambil). Baru duduk sejam saja sudah menjumpai 2 orang yang kesitu, seorang minta kunci, seorang minta renovasi (sambil menyerahkan surat) dan selesai akhir bulan Maret. Bisa melihat dari keperluan 2 orang tadi, sepertinya para calon/penghuni sudah tidak sabaran untuk segera menempati. Terlebih jelas tertulis di papan, daftar-daftar penghuni yang sudah mengambil kunci, itupun belum semuanya karena belum sempat tertulis. Kebetulan tampak mendung sudah bergelayut, khawatir kehujanan akhirnya saya mohon diri pamit. Bisa posting tulisan lagi sudah senang kiranya🙂


5 Responses to “Pemborong berkeliaran di Perumahan GCC”


  1. 1 Djoko
    April 20, 2009 at 3:44 am

    Bos, aku juga ngambil di Blog G… sekitar sebulan yang lalu aku ke TKP, rumahnya belom keliatan, jangankan rumah nya… kavlingnya aja saya belom tau tuh.. he..he..

    Oh hiya, bos… bisa japri ke emailku bos?? Aku pengen banget ngobrol ttg GCC ke Mas Febry.. Ato kapan mas Febry ke GCC, aku akan menyesuaikan.

    Thanks

  2. 2 mugimugiyono
    June 29, 2009 at 7:33 am

    Sebelumnya salam kenal dari saya. panggil saja Mugi, saya ngambil juga di GCC. Memang benar banyak sekali pemborong berkeliaran di GCC. Saya nggak mau cerita panjang lebar, cuma ingin kasih informasi aja bahwa ada beberapa calon penghuni yang udah ketipu sama salah satu pemborong yang berkeliaran tersebut. salah satunya saya. Semoga informasi ini jadi peringatan bagi yang ingin merenovasi rumah idamannya. Thanks

    • 3 febriharsanto
      June 29, 2009 at 9:08 am

      Pak Mugi, kenapa tidak diceritain saja? Terus Bapak, teman/tetangga ini ketipunya bagaimana? Apa bayar duluan, kemudian ditinggal kabur, ataukah bagaimana. Barangkali bisa menjadi peringatan untuk semua agar lebih berhati-hati. Kalau dulu, ketika posting tulisan ini, masih sedikit. Mungkin karena mulai banyak yang menempati, dan kebetulan merenovasi bangunan, dan kebetulan ada sekitarnya ingin merenovasi dan nanya2, jadinya merembet, tanpa melihat dulu ‘kualitas’ dari yang bekerja renovasi sebelumnya. Apalagi tidak bisa mengawasi tiap hari karena ditinggal bekerja.

      Salam Kenal kembali Pak Mugi

  3. 4 mugimugiyono
    June 29, 2009 at 10:29 am

    Langsung aja ya. Setelah nego harga dan jenis pekerjaan disetujui bersama, pekerjaan dimulai. Janjinya sih mereka mau melakukan pekerjaan terlebih dulu kemudian mengenai pembayaran bisa menyusul, tapi belum separuh mereka minta uang dengan alasan kehabisan dana. Ya mungkin sudah terlanjur percaya karena mereka sudah membuktikan pekerjaan dan omonganya juga meyakinkan walau pekerjaan belum selesai lalu saya kasih. Pekerjaan dilanjut lagi, kemudian mereka bilang kekurangan dana lagi, kita kasih lagi. Saya juga jarang kontrol karena harus kerja, pada saat kita cek ke lokasi kok pekerjaan nggak ada perubahan, waktu dihubungi dia bilang sedang sakit. Ok deh kita maklum dan percaya. Tapi kelamaan orang ini nggak bisa dihubungi lagi. Kurang lebih begitulah ceritanya, sorry ya kalau aku nggak jelas dan detail dalam menceritakannya.

    ==> Pak Mugi, bisa spesifik nama. Barangkali saya ketemu dia, jadi saya bisa antisipasi, minimal bisa menjadi perhatian bagi teman-teman.

    • 5 febriharsanto
      June 29, 2009 at 9:58 pm

      Ya mungkin kita ada baiknya hati-hati Pak, jangan mudah percaya orang. Apalagi dikenalnya ketika bekerja di tempat tetangga, dan kita tidak tahu rumahnya walau hasil pekerjaan bagus. Kalau sulit untuk mengawasi, mungkin bisa dipercayakan pada saudara kita, kalau tidak begitu menggunakan sistem borongan dengan bayar muka dan belakang atau cicilan, bisa per tahap pengerjaan. Melihat hasil pekerjaan orang di tetangga, belum menjadikan percaya sepenuhnya untuk pengerjaan di rumah kita mungkin lebih baik.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Didukung Oleh

Herbal Cikarang Pengolahan Data Busana Muslim Undangan Souvenir Cikarang

Man Behind this blog

Ganteng euy

Blogger Cikarang

Blogger Cikarang

Statistic Pengunjung

  • 143,273 hits

Trafik Pengunjung

Popularity

My Popularity (by popuri.us)

RSS VOA Islam News

My Messenger


%d bloggers like this: