13
Jul
09

Problematika Tinggal di Perumahan Baru

Demo Listrik

Demo Listrik

Sudah menjadi kebutuhan pokok (sulit )akan perumahan di masa dewasa ini, terlebih sudah sedemikian sibuknya orang bekerja, sehingga sudah tidak seperti dulu lagi dalam membangun sebuah rumah yang bisa diawasi sendiri prosesnya dan bahkan bergotong-royong (tradisi), yang pada akhirnya membeli rumah jadi ataupun membeli rumah di perumahan (itupun dibela-belain belinya). Developer dalam hal ini sebagai penyedia perumahan sebagai bisnisnya, berusaha mengedepankan ini bagaimana supaya banyak dan cepat laku (maklum bisnis) dan dalam praktiknya, mungkin sebagai langkah praktis ataukah mengejar waktu, dan efisiensi biasa dikerjakan sub-contractor, dan dalam pengerjaannya sering menggunakan sistem borongan dibanding harian.

Kerumunan Penghuni Perumahan lagi Protes/Demo

Kerumunan Penghuni Perumahan lagi Protes/Demo

Konsumen perumahan (kpr) berasal dari segala aspek ekonomi, baik bawah, menengah, dan atas. Otomatis developer menyediakan semuanya sesuai harga (ada uang ada barang begitupun sebaliknya). Dari semua konsumen juga memiliki latar belakang emosi/sikap dan tingkat pemahaman berbeda dalam menyikapi berbagai hal. Kalau membeli perumahan secara pribadi menilai ada sifat ‘untung-untungan’, dalam artian, kalau namanya perumahan dan dikerjakan secara boronga (cepat), dan banyak seringkali mengejar cepat jadi (sekedar layak), dengan begitu cepat ditagih/dibayar. Kalau kebetulan dapat rumah yang pengerjaan bagus ya syukur, kalau tidak ya komplain kalau masih mungkin, kalau tidak ya diperbaiki sendiri😦. Nah, seringkali konsumen memiliki ekspektasi terhadap rumah yang akan ditempati/dibeli, apalagi sudah terbuai oleh ‘alunan brosur‘. Apabila mendapati rumah yang dibeli tidak sesuai dengan harapan, betapa kecewanya serasa tertipu, kalau mendapati rumah yang sesuai dengan harapan bahagia kiranya. Terhadap perasaan penerima rumah tersebut beragam orang menyikapi, jika antara harapan dan kenyataan sedemikian jauh deviasinya dengan kecewanya bisa kasar kalau komplain, bahkan menjelek-jelekkan developer (maklum mencari uang itu sulit), kecuali kalau yang mendapati mampu dan bisa akan berusaha memperbaiki sendiri, masalahnya tidak semua orang mampu dan bisa.

Menariknya, jika tinggal di perumahan baru dengan tingkat kualitas bangunan (untung-untungan), apabila permasalahan menyangkut fasilitas bersama, rasa kebersamaan spontanitas terbentus (kalau kompornya cepat ada). Misal jika menyangkut air, listrik, dan PAM/WTP, apabila terganggu sekian hari akan cepat demo, gruduk-gruduk ke kantor pemasaran developer. Contoh kasus, menempati perumahan baru dengan meteran listrik belum terpasang dan meteran air belum terpasang, sementara perilaku penghuni sedemikan ragam, mulai penggunaan mesin cuci, kulkas, tv, dan AC yang kesemuanya membutuhkan watt tinggi. Apabila terjadi penurunan tegangan dan menimbulkan cepat rusak peralatan listrik, maka yang naik tegangan justru penghuninya. Permasalahan seperti ini beragam juga, entah karena penghuni belum membayar (nyicil) pemasangan/penyambungan saluran, ataupun ketersediaan dana oleh developer untuk PSB (Pasang Sambungan Baru) terbatas. Harap dimaklumi juga bahwa kecenderungan developer (REI) untuk membiayai sendiri PSB, karena keterbatasan dana PLN dalam PSB. Nha kalau seperti ini khan ruwet, penghuni menginginkan sambungan listrik resmi dan stabil walau menyicil, developer di tengah-tengah nalangin psb, sementara pelaku yang seharusnya mengerjakan PSB tidak ada dana juga disamping ketersediaan daya. Ada baiknya ‘calm’ kontrol emosi semuanya, sudah tahu listrik menjadi kebutuhan utama, sementara dana daya ini yang nanggung siapa, seharusnya mengerti dong.. Umpama merasa sudah membayarpun apa sudah mewakili semuanya? ya ndak juga. Worst Case misalkan hitung-hitungan harga dan semua fasilitas oleh developer ternyata meleset gimana? Kalau misalkan sampai kabur bagaimana? Repot khan? ya sama-sama mengingatkan saja, tidak mencari kambing hitam diantara semua.

Rahayu.


1 Response to “Problematika Tinggal di Perumahan Baru”


  1. 1 DANURI
    July 15, 2009 at 7:37 am

    Gimana dengan LIstriknya ??? sudah terpasang Belum ????? Karna ada info disana belum ada listriknya gimana mau LAKU MAS ???????????????
    WTP MEMANG ADA TAPI AIRNYA JALAN PAGI & SORE SAJA,….PARAH !!!!!!! AIRNYA JUGA BUTEK (KATA ORANG BETAWI) DAN BERBAU LUMPUR,…..YANG PALING PARAH ADALAH GATAL BUAT MANDI,…MOHON DONK PAK AMIN (PENGEMBANG) MOHON DIPERHATIKAN HAL TERSEBUT DIATAS KARENA AIR ADALAH KEBUTUHAN YANG SANGAT POKOK SEKALI DAN PAK AMIN JUGA PASTI MINUMNYA & MANDINYA JUGA AIR YANG BERSIHKAN ?????????????????????????????????

    BELUM LAGI LISTRIKNYA LEBIH PARAH BANGET !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! GIMANA MAU LAKU NICH ????? PAK AMIN RUMAHNYA,…APALAGI MAU BULAN RAMADHAN,…UNTUK SHOLAT AJA PERLU AIR YANG BERSIHKAN ???????? MOHON SEGERA DIBENAHI JUGA LISTRIKNYA PAK AMIN. KASIHAN LHO YANG BELI KEBANYAKAN ORANG2X KELAS MENENGAH KE BAWAH,…MEREKA DENGAN UANG PAS – PAS – AN INGIN PUNYA RUMAH LHO…JANGAN SAMPAI MEREKA PUTUS ASA,….KASIHAN LHO,…JADI MOHON SEGERA DIREALISASIKAN SEMUA FASILITAS YANG DIJANJIKAN DEVELOPER.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Didukung Oleh

Herbal Cikarang Pengolahan Data Busana Muslim Undangan Souvenir Cikarang

Man Behind this blog

Ganteng euy

Blogger Cikarang

Blogger Cikarang

Statistic Pengunjung

  • 143,273 hits

Trafik Pengunjung

Popularity

My Popularity (by popuri.us)

RSS VOA Islam News

My Messenger


%d bloggers like this: