17
Feb
10

Segmentasi biaya managemen estat yang membingungkan

 

Biaya air dan lingkungan GCC

 

Hari senin 15 februari 2010 sepulang kerja, mendapati lembaran kertas yang berisi himbaun pembayaran penggunaan air, tetapi terselip juga rincian biaya yang lain termasuk denda keterlambatan membayar, abonemen, dan biaya lingkungan di Perumahan Grand Cikarang City.

Setelah beberapa saat mengamati ternyata besaran biaya yang tercantum ‘Jababeka Banget‘, jadi bukan ‘Grand Cikarang City Banget‘.  “Apa orang yang eks Jababeka di GCC hanya bisa meniru, sehingga hasil ‘godokan’ biayapun ikutan meniru Jababeka?”. “Ya tolong dibedakan dong ini dimana”🙂 . Mari dilanjut, anggap saja type 22-36 adalah konstanta sebagai patokan dengan luas tanah 60 meter persegi, sedangkan 38-ruko adalah variabel.

Dilihat dari biaya air, dengan pemakaian irit mungkin jebol sampai di range 11-20 mkubik, dan sedikit boros sampai di range 21-30 mkubik, sehingga hati-hati menggunakan air di kisaran (11-20) ini, karena starting 2200 dengan kenaikan 900 menyebabkan selisih dengan konstanta (22-36) adalah 400 rupiah. Abonemen dan denda sama semua. Nah ini yang terakhir yang menjadi permasalahan. Kalau biaya lingkungan konstanta (22-36) sebesar 13000 maka biaya lingkungan per meter persegi adalah 216.67 dengan asumsi luas lahan 60 meter persegi. Sedangkan variabel (38-ruko), sebesar 500 rupiah dikalikan luas lahan, sehingga selisih dengan konstanta (22-36) hampir 3 kali lipat atau lebih.

Perlu dicermati disini, bahwa tidak semua warga mampu atau merasa keberatan dengan besaran biaya yang dicantumkan, belum lagi yang hook. Terlebih disini menyoroti di type 38 (maklum yang nulis ambil type yang ini), kenapa termasuk penggolongan ke type 45 ke atas? Padahal type 38 adalah dibawah di bawah rata-rata 36 – 45. Sehingga saran penulis lebih baik dibuat penggolongan lagi di tengah, dimana ada golongan 36 hook, 38, 38 hook, dan (22-36) yang ambil 2 rumah. Kecemburuan seperti ini beralasan karena selisih yang mencolok antara konstanta (22-36) dengan variabel (38 ruko) di atasnya, belum lagi masalah sosialisasi estate management dengan warga tidak ada. Minimal ada public relation atau kalau di bank ada customer care, jangan tiba-tiba muncul edaran kepada warga dikenakan biaya bla-bla, tanpa ada musyawarah ataupun pemberitahuan dulu.

Memang, dengan estate management bisa meningkatkan nilai properti perumahan dan memberikan perasaan aman dan nyaman terhadap penghuni. Misal jika Lippo Karawaci menggunakan biaya lingkungan sebesar 50-500 ribu per bulan, alam sutera 125 ribu- 1.5 juta perbulan, Nah GCC dengan menggenjot variabel (38-ruko) dengan nilai hampir mendekati batas bawah, sudah merupakan kebijakan yang bagus sekali, mengacu pada developer perumahan kelas elit. Barangkali untuk yang tipe 45-70-ruko besaran nilai lingkungan dirasa pas/kecil, akan tetapi kalau 38 diikutkan penggolongan tersebut rasanya kurang pas, dilihat kembali Grand Cikarang City itu dimana sih? Perlu kiranya penggolongan tarif tengah baik air dan lingkungan untuk type 38, (22 hook – 38 hook), dan (22-38 dobel rumah), sehingga besaran biaya bisa ditinjau kembali.

Salam

Note: Golongan yang disebut di atas adalah jelas sekali dan terlewatkan 22-36 hook dan 22-36 dua rumah, apalagi yang nakal ambil 2 rumah subsidi, sungguh terlalu. Biaya lingkungan seharusnya bisa diperjelas, apakah meliputi keamanan, kebersihan, penerangan jalan, taman, ataukah yang lain, jangan ujung-ujungnya biaya lingkungan dikenakan tetapi estate management dikerjakan sub contractor ataupun outsource, sehingga sub con kerja tergantung besar biaya atau besar biaya tergantung subcon, mbulet jadinya🙂


10 Responses to “Segmentasi biaya managemen estat yang membingungkan”


  1. 1 nurwahyudin
    February 17, 2010 at 7:09 am

    akur bngt tuh, menurt sy selish antara tipe 22,30,36/60, dgn 38/72 tu kurang relfn, terlalu jauh bedanya, ni menybbkn kecmburuan sosial yg tinggi, harus di tinjau ulang

    • 2 febriharsanto
      February 17, 2010 at 7:12 am

      Pak Wahyu

      Sudah saya tulis perlu segmentasi harga di tengah untuk menjembatani selisih yang extreem tersebut. Kalau tidak begitu mending 38 ikut tarif/biaya (22-36)🙂

      Salam

  2. 3 nurwahyudin
    February 17, 2010 at 7:37 am

    khsus biaya lingkngn klo selshnya ga terllu menclok, misal antra Tp 22,,30/60 dng 38/72 ,itu 10%, mngkn mash wjar, tp.?

  3. 4 Kar
    February 18, 2010 at 3:56 am

    Mas Febry,
    Biaya IPL sama iuran RT beda yah? Kalo ada rumah kosong dan kebetulan yg punya rumah tidak bayar IPL gimana? Apakah IPL menjamin kebersihan dan keamanan warga, mengingat blok paling belakang (G54) sewaktu hujan 2hari kemarin jalannya banjir setengah lutut.

    Tks

    • 5 febriharsanto
      February 18, 2010 at 4:06 am

      Pak Karyanto (wah nama bapak mirip sama yang punya Cibalong depan)

      IPL kalau yang Bapak maksud Biaya Lingkungan, belum dijelaskan secara pasti digunakan untuk apa (apakah kebersihan, taman, pengadaan penerangan jalan dll). Yang jelas beda dengan iuran RT, karena iuran RT bersifat kesadaran dari hasil rembugan warga, dan besaran juga hasil musyawarah di RT masing-masing. Kalau Rumah kosong mungkin juga tidak bayar, karena air juga tidak menggunakan, di lembaran item lingkungan masuk di pembayaran air (kalau melihat slip jababeka), entah kalau ada kebijakan tertentu. Mengenai menjamin kebersihan dan keamanan, harapannya sih iya pastinya, disamping tuntutan peran aktif warga dalam kebersihan dan keamanan tentunya. Banjir? wah sepertinya disebabkan aliran got yang mampet. terutama got-got di blok yang belum dibangun. Ini jawaban sesama warga lho…

      Salam

  4. 6 nurwahyudin
    February 18, 2010 at 8:50 am

    klo sy pribdi sh ttp ga stuju dng bsarn biaya lngkungan yg ada, krna peruntknya ga jelas ..

  5. 7 Kar
    February 22, 2010 at 3:27 am

    Mas Febry,

    Saya bukan pemilik cibalong loh… walaupun namanya sama… 🙂
    Mengenai IPL tadi, kalo saudara saya yg tinggal di Lippo Karawaci, IPL termasuk Keamanan (Satpam), Kebersihan/Sampah, Jalan dan Fasos/Fasum. Jadi gak ada lagi Ronda, Kerjabakti bersihin Got dll karena semua sudah dibersihkan org Developer setiap pagi bahkan got tiap seminggu sekali disemprot air biar tidak ada lumpur, sebulan sekali ada fogging. Untuk rumah kosong yg sudah ada pemiliknya tetap dikenakan tagihan IPL dan diakumulasi bahkan ada denda, sehingga orang yg hanya invest tidak seenaknya membiarkan halaman rumah nya kotor/kumuh. Karena tugas tim kebersihan developer memang membersihkan rumah/tanah kosong, memotong rumput, bersihin got dll. Gak tahu kalo di GCC gimana? atau cuma iurannya aja ditarik, sedangkan urusan bersih2 dan kemanan diserahkan ke masing2 RT. (trus buat apa bayar IPL?)

    Yg saya heran di blok G paling belakang di Map/petanya dulu ada lahan segitiga adalah untuk taman, ehh sekarang dibangun tipe 22, saya khawatir taman2/fasos yg ada nantinya akan dibuat rumah lagi, mentang2 laku keras…. gimana bu Tuti?

    Tks.

    • 8 febriharsanto
      February 22, 2010 at 4:11 am

      Pak Karsono, kabar lanjut tentang IPL mungkin menunggu hasil meeting management GCC hari ini Senin 21 Feb 2010, perihal keberatan dengan besaran biaya tersebut. Mengenai perubahan alih fungsi fasos yang Bapak tulis, saya kurang tahu, tetapi setahu saya baik fasos/fasum ketika sudah jadi harus diserahkan dari developer/pengembang ke Pemda.

  6. 9 nurwahyudin
    February 22, 2010 at 8:04 am

    ya, mudah2an hasil mittng hr ini, ada perubhn, dan mendngar keluhan kt smua, jd imej mnjmn gcc ttp bagus

  7. 10 Didi
    March 26, 2010 at 4:27 am

    Gimana hasil meetingnya pak…terus terang kami di blok F keberatan dengan IPL tersebut


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Didukung Oleh

Herbal Cikarang Pengolahan Data Busana Muslim Undangan Souvenir Cikarang

Man Behind this blog

Ganteng euy

Blogger Cikarang

Blogger Cikarang

Statistic Pengunjung

  • 143,273 hits

Trafik Pengunjung

Popularity

My Popularity (by popuri.us)

RSS VOA Islam News

My Messenger


%d bloggers like this: